jejak kita

Jejak Kita di Dunia (Tadabbur Quran)

Jejak Kita di Dunia (Tadabbur Quran)

Oleh : Minanurrohman

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآَثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

“Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang mati, Kami catat semua yang telah mereka lakukan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan semuanya kami kumpulkan dalam kitab (catatan amal) yang nyata.” (QS. Yasin: 12)

Para imam mufasir menyebutkan sebab-sebab turunnya ayat dikarenakan keluarga Salimah merasa jauh rumahnya dari masjid dan mereka hendak pindah agar rumahnya lebih dekat dengan masjid Nabi.
Namun Nabi ﷺ bersabda,

يَا بَنِى سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ

Wahai Bani Salimah, perjalanan dari rumah kalian ke masjid akan dicatat jejak-jejak kali kalian. (HR. Muslim 1551, dan Ahmad 14940)

Diantara faedah ayat ini adalah bahwa setiap apapun yang dikerjakan manusia akan tercatat dengan rapi dalam kitab-Nya, guna mempertanggungjawabkan segala konsekuensi yang Anda. Baik itu amalan shaleh atau amalan buruk, sampai-sampai kesombongan seberat dzarrahpun akan tercatat.

Manusia ketika sudah mati akan meninggalkan atsar/bekas-bekasnya, sehingga آَثَارَهُمْ adalah dampak dari perbuatan manusia semasa hidupnya yang kemudian bisa jadi ditiru oleh generasi sesudahnya. Maka sungguh Allah ﷻ tetap akan membalas atsar-astar manusia ini setelah apa yg ia kerjakan.

Saat manusia mati dan mempunyai atsar kebajikan berupa amal jariyah. Maka pahala itu akan mengalir terus selama manusia yang hidup memperoleh manfaat dan beramal darinya.

Banyak atsar-atsar kebaikan yang bisa dilakukan seorang muslim, diantaranya wakaf jariyah membangun masjid, wakaf pembanguna pesantren, wakaf quran, mengajar ilmu, beasiswa untuk hafiz, dst.. Itu semua akan Allah ﷻ catat dan akan dibalas sesuai kadar atsar tersebut.

Pun sama, saat manusia mati dan meninggalkan atsar keburukan, semisal amalan-amalan munkar lagi bid’ah, tempat maksiat, tulisan-tulisan kesesatan di internet. Kemudian orang yang masih hidup beramal dengannya, maka Allah ﷻ akan mencatat dosa-dosanya.

Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Siapa yang menghidupkan sunah yang baik dalam Islam, kemudian diikuti oleh orang lain setelahnya maka dicatat untuknya mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Siapa yang menghidupkan tradisi yang jelek di tengah kaum muslimin, kemudian diikuti oleh orang lain setelahnya, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim 2398, Ahmad 19674, dan yang lainnya)

Mari saatnya kita membuat atsar kebaikan dan bersemangat beramal jariyah.. atsar-atsar kita akan menjadi panutan oleh anak cucu kita.

Wallahu a’lam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *